Belajar bahasa asing sekarang bisa dimulai dari ponsel, tanpa harus bayar kursus mahal dulu. Daftar ini dibuat untuk pelajar yang menyiapkan TOEFL atau IELTS, pekerja kantor yang butuh bahasa Inggris untuk rapat, dan siapa saja yang ingin bisa ngobrol santai saat liburan ke Jepang atau Korea. Semua aplikasi belajar bahasa asing di sini benar-benar bisa dipakai dari Indonesia.
Yang dilihat saat menyusun daftar: harga langganan dan paket kelas dalam rupiah, jumlah bahasa yang tersedia, mutu materi dan latihan bicara, ada tidaknya tutor manusia, serta seberapa jauh versi gratisnya masih berguna. Metode pembayaran juga dihitung, karena aplikasi yang menerima kartu lokal, GoPay, atau QRIS jauh lebih gampang dipakai. Antarmuka dan dukungan berbahasa Indonesia jadi nilai tambah, begitu juga materi yang cocok untuk pemula nol besar.
Urutan posisi bukan keputusan redaksi, tapi hasil suara komunitas, jadi peringkat bisa bergeser kapan saja. Cara paling cepat memilih: buka kartu satu per satu, baca bagian kelebihan dan kekurangan, lalu cek ulasan pengguna yang situasinya mirip dengan kebutuhan sendiri. Kalau masih ragu, coba dua aplikasi sekaligus selama seminggu, lalu bertahan di satu yang paling enak dipakai setiap hari.
Aplikasi paling terkenal di kelasnya, jalan sejak 2012 dan menyediakan lebih dari 40 bahasa, dari Inggris, Jepang, Korea, Mandarin, sampai Arab dan Esperanto. Pelajaran dipotong jadi latihan pendek 3 sampai 5 menit dengan poin, nyawa, dan streak harian, jadi terasa seperti main game. Versi gratis lengkap dan hanya diselingi iklan. Langganan Super Duolingo membuka latihan tanpa batas nyawa dan mode ulangan kesalahan, sementara paket Max menambah fitur latihan bicara dengan AI.
Cocok untuk pemula yang butuh kebiasaan belajar setiap hari dan modal kosakata dasar. Kurang cocok kalau target sudah level menengah atas atau butuh persiapan tes akademik, karena penjelasan tata bahasa tipis dan tidak ada guru yang mengoreksi. Bahasa selain Inggris kadang materinya lebih pendek. Pembayaran bisa lewat Google Play dan App Store, jadi mudah pakai dompet digital lokal.
Platform asal Indonesia yang dulu bernama Squline, fokus pada kelas privat lewat video call dengan pengajar asli. Bahasa yang tersedia mencakup Inggris, Mandarin, Jepang, Korea, dan Jerman, dengan pilihan kelas privat maupun grup kecil. Paket belajar bahasa Inggris tiga bulan mulai dari sekitar Rp1.790.000, jadi jauh lebih murah dari les tatap muka di kota besar. Ada juga program untuk anak, kelas persiapan tes, dan pelatihan bahasa untuk karyawan perusahaan.
Pilihan yang wajar kalau butuh partner bicara nyata dan jadwal fleksibel, termasuk kelas pagi sebelum kerja. Tim layanan pelanggan menjawab lewat WhatsApp pada jam kerja, dan tagihan dalam rupiah dengan metode pembayaran lokal. Bukan aplikasi untuk yang ingin belajar gratis sendiri, karena inti produknya kelas berbayar. Kualitas kelas ikut bergantung pada tutor yang dipilih, jadi sebaiknya coba beberapa pengajar dulu.
Platform buatan Jakarta yang berdiri sejak 2015 dan sejak awal menyasar pelajar Indonesia. Materinya berbasis kursus terstruktur, ada General English, Mandarin, serta kelas persiapan TOEFL dan IELTS, ditambah program Bahaso Talk untuk latihan bicara. Semua penjelasan memakai bahasa Indonesia, jadi pengguna yang benar-benar mulai dari nol tidak perlu menebak arti instruksi. Kantornya di Jalan Suryopranoto, Jakarta Pusat, dan layanan pelanggan bisa dihubungi lewat email atau telepon.
Pas untuk siswa dan karyawan yang butuh sertifikat penyelesaian kursus atau nilai tes sebagai syarat beasiswa dan lamaran kerja. Kurang cocok untuk pemburu bahasa langka, karena pilihan bahasanya terbatas. Tampilan aplikasi terasa lebih formal dibanding aplikasi bergaya game, dan pembaruan materi tidak secepat pemain global. Kelebihannya, harga dalam rupiah dan sering ada promo paket tahunan.
Aplikasi asal London yang menawarkan 14 bahasa dengan jalur belajar mengikuti tingkat CEFR, dari A1 sampai B2. Ciri khasnya latihan menulis dan bicara yang dikoreksi oleh penutur asli dari komunitas, biasanya balasannya masuk dalam beberapa jam. Ada rencana belajar yang menyesuaikan target waktu, tes tingkat di awal, dan sertifikat McGraw Hill Education untuk beberapa level. Versi gratis membatasi materi ke pelajaran dasar, fitur penting terbuka di langganan Premium.
Pilihan bagus untuk pengguna yang ingin ukuran kemampuan jelas, misalnya butuh bukti level B1 untuk kerja atau kuliah. Koreksi dari komunitas membantu, meski kadang jawabannya singkat dan tidak selalu benar. Tidak sekuat untuk bahasa Asia jika dibanding aplikasi khusus, dan tarif langganan dalam dolar atau euro sehingga kena kurs. Belajar offline hanya tersedia untuk pengguna berbayar.
Produk Lesson Nine GmbH dari Berlin, jalan sejak 2007, dengan 14 bahasa dan materi yang disusun tim penulis serta ahli bahasa. Pelajarannya berbentuk dialog situasi nyata seperti pesan kamar hotel, wawancara kerja, atau ngobrol dengan tetangga, jadi kalimat yang dipelajari langsung terpakai. Durasi satu pelajaran sekitar 10 sampai 15 menit, ada pengulangan berjarak untuk kosakata, dan latihan pengenalan suara untuk pelafalan. Layanan Babbel Live menambah kelas kecil bersama guru.
Paling terasa gunanya untuk bahasa Eropa, terutama Jerman, Spanyol, Prancis, dan Italia. Kalau targetnya Jepang atau Korea, pilihannya memang ada tapi lebih dangkal. Tidak ada versi gratis jangka panjang, hanya pelajaran pertama tiap kursus, sehingga perlu langganan sejak awal. Harga per bulan turun cukup jauh kalau ambil paket 6 atau 12 bulan.
Aplikasi asal Inggris yang kuat di satu hal: kosakata dan bahasa yang benar-benar dipakai orang di jalan. Isinya ribuan klip video pendek penutur asli, jadi telinga terbiasa dengan aksen dan kecepatan bicara asli, bukan rekaman studio yang terlalu rapi. Sistem pengulangan berjarak menjadwalkan kata mana yang perlu diulang hari ini. Ada juga teman latihan berbasis AI untuk mengobrol bebas dan mengoreksi kalimat.
Bagus dipakai sebagai pendamping aplikasi lain, misalnya untuk memperkuat kosakata setelah paham tata bahasa dari sumber lain. Bukan pilihan utama kalau ingin penjelasan gramatika berurutan, karena bagian itu memang tipis. Sebagian kursus buatan komunitas sudah tidak diperbarui setelah perubahan besar aplikasi. Versi gratis membatasi jumlah pelajaran harian, langganan tahunan atau seumur hidup membuka semuanya.
Pasar guru bahasa online dengan lebih dari 150 bahasa dan puluhan ribu tutor, dari guru bersertifikat sampai penutur asli yang mengajar santai. Harga ditentukan masing-masing tutor, biasanya per sesi 30 atau 60 menit, dan pengguna bisa menyaring berdasarkan tarif, jam mengajar, aksen, atau tujuan belajar. Sistemnya beli kredit dulu, uang ditahan sampai kelas selesai, jadi ada perlindungan kalau tutor tidak muncul. Banyak tutor menyediakan kelas percobaan dengan harga lebih rendah.
Pilihan terbaik kalau kebutuhan utamanya jam bicara dan koreksi langsung, termasuk untuk bahasa yang jarang diajarkan di Indonesia seperti Belanda atau Turki. Perlu usaha di awal untuk mencari tutor yang klop, dan jadwal harus disesuaikan dengan zona waktu guru. Tidak ada kurikulum otomatis, arah belajar ditentukan bersama tutor. Pembayaran dalam dolar, jadi total biaya ikut naik turun mengikuti kurs.
Platform tutor privat yang mempertemukan murid dengan guru dari banyak negara untuk 50 bahasa lebih. Cara kerjanya berlangganan paket jam per bulan, misalnya 4, 8, atau 12 jam, lalu jam itu dipakai sesuai jadwal yang disepakati. Profil tutor memuat tarif per jam, rekaman perkenalan, jumlah kelas yang sudah diajar, dan ulasan murid. Kalau kelas pertama terasa tidak pas, murid bisa minta ganti tutor atau pengembalian dana sesuai kebijakan platform.
Berguna untuk yang butuh dorongan disiplin: jam sudah dibeli, jadi ada alasan untuk hadir setiap minggu. Kelas biasanya berbasis materi yang dibawa tutor, dan platform menyediakan latihan mandiri di antara sesi. Sisi kurangnya, potongan komisi membuat tarif tutor tidak selalu murah, dan sisa jam bisa hangus kalau lupa dipakai. Harga dalam dolar, pembayaran memakai kartu atau dompet digital internasional.
Aplikasi tukar bahasa: pengguna mengajarkan bahasa Indonesia dan mendapat latihan bahasa target dari penutur aslinya. Komunitasnya besar, puluhan juta pengguna dari ratusan negara, dan percakapan bisa lewat teks, pesan suara, atau panggilan. Ada alat koreksi langsung di dalam chat, terjemahan, transliterasi untuk aksara Jepang atau Korea, serta fitur Moments semacam beranda tempat menulis catatan pendek untuk dikoreksi orang lain. Gratis untuk fungsi dasar, langganan VIP menambah jumlah bahasa dan menghapus iklan.
Paling berguna bagi yang sudah punya kosakata dasar dan butuh jam bicara tanpa biaya kelas. Bukan tempat belajar dari nol, karena tidak ada kurikulum sama sekali. Perlu sabar memilih teman bicara, sebab tidak semua orang serius belajar dan ada juga yang datang untuk mencari kenalan. Fitur filter dan blokir sebaiknya dipakai sejak awal.
Aplikasi yang dibuat khusus untuk bahasa Asia, dan itu terasa dari materinya. Jepang, Korea, dan Mandarin dapat perlakuan paling serius: pengenalan hiragana, katakana, hangul, dan hanzi lengkap dengan urutan tulisan, plus penjelasan tata bahasa panjang di setiap bab. Setelah itu tersedia juga Vietnam, Spanyol, Prancis, Jerman, dan beberapa bahasa lain. Aplikasi pendamping LingoDeer Plus berisi permainan latihan untuk mengulang kosakata dan pola kalimat.
Pilihan tepat untuk penggemar anime, drama Korea, atau orang yang menyiapkan kerja dan kuliah di Asia Timur. Sesudah level menengah materinya habis, jadi perlu lanjut ke sumber lain. Versi gratis hanya membuka bab awal dan langganan dihitung dalam dolar. Antarmuka rapi, penjelasannya memakai bahasa Inggris, jadi lebih nyaman kalau bahasa Inggris sudah cukup untuk membaca instruksi.