Daftar ini untuk tamu Muslim yang ingin menginap tenang: tidak ada bar, dapur halal, dan perlengkapan salat sudah menunggu di kamar. Isinya jaringan hotel syariah di Indonesia, dari grup besar milik BUMN sampai brand kecil dengan dua properti. Berguna juga bagi keluarga, rombongan pengajian, dan pegawai yang sering dinas ke luar kota.
Peserta dipilih dari rekam jejaknya: sejak kapan jalan, berapa hotel yang dikelola, dan kota mana saja yang sudah dimasuki. Setelah itu dicek isi aturannya, mulai dari syarat tamu satu kamar, sertifikat halal dapur, arah kiblat, mukena, sampai ada tidaknya musala dan tempat wudu. Harga ikut ditimbang, sebab rentangnya lebar: ada kamar seratus ribuan dan ada bintang empat dengan ballroom serta kolam renang. Hal kecil juga dihitung, seperti antar jemput bandara, ruang rapat, sarapan, dan kebersihan kamar.
Urutan di halaman ini bukan keputusan redaksi. Posisi bergerak mengikuti suara komunitas, jadi jaringan hotel syariah yang dipuji tamu bisa naik kapan saja. Di setiap kartu ada daftar plus, minus, dan ulasan pembaca. Baca bagian minus lebih dulu, biasanya di situ terlihat hal yang tidak ditulis di brosur.
Jaringan hotel halal tertua di Indonesia. Awalnya Hotel Menteng milik Sofyan Ponda, yang diresmikan tahun 1971. Arah syariah mulai dipakai sekitar 1992, lalu pada 26 Juli 2003 Sofyan menjadi usaha pertama di Indonesia yang disertifikasi Dewan Syariah Nasional MUI. Sekarang ada dua lini. Sofyan Hotel untuk kelas menengah atas, seperti Cut Meutia dan Betawi di Menteng, serta Sofyan Inn yang lebih hemat, antara lain Srigunting di Bogor dan Tebet di Jakarta Selatan.
Aturannya tegas: pasangan tanpa bukti nikah tidak dilayani satu kamar, minuman beralkohol tidak dijual, dapur mengikuti sistem jaminan halal. Pilihan yang aman untuk keluarga, rombongan pengajian, dan tamu dinas yang tidak mau salah tempat. Yang mencari gedung baru dengan interior kinclong sebaiknya melihat jaringan lain, karena sebagian bangunan sudah berumur. Kamar di lini Sofyan Inn juga tergolong kecil.
Menteng, Jakarta Pusat
Properti syariah milik Grup Lor Internasional yang dibuka 11 Maret 2014 dan sampai kini disebut hotel syariah terbesar di Indonesia. Kamarnya 387 unit di gedung 12 lantai, kelas bintang empat, berdiri satu kompleks dengan Lorin Solo Hotel di Colomadu, dekat Bandara Adi Soemarmo. Tipe kamar dibagi tiga, dari Superior sampai Family Suite. Ada tiga ballroom di lantai 11 dan ruang pertemuan di lantai 2, jadi acara seribu orang masih tertampung.
Suasana islami diurus sampai detail kecil: murotal diputar di lorong tiap lantai, dapur menyajikan menu halal, perlengkapan salat lengkap. Paling cocok untuk pernikahan, pertemuan organisasi, dan keluarga besar yang butuh banyak kamar sekaligus. Yang ingin jalan kaki ke Keraton atau Pasar Klewer akan kerepotan, sebab hotel ini di pinggir kota dan perlu mobil untuk ke mana saja.
Jl. Adi Sucipto No. 47, Colomadu, Solo, Jawa Tengah
Aziza adalah lini syariah dari Metropolitan Golden Management, perusahaan pengelola hotel yang berdiri tahun 2003 dan kini menjalankan sekitar 49 hotel dengan lebih dari 5.700 kamar. Satu grup dengan Horison, Horison Ultima, @Hom, dan HoreX, tetapi Aziza dipisahkan khusus untuk tamu yang mau aturan syariah. Contoh paling ramai adalah Aziza Hotel Solo di Jl. Kapten Mulyadi, Pasar Kliwon, dengan 85 kamar Deluxe, 4 Junior Suite, dan 4 Executive Suite bertema.
Kelasnya bintang tiga, tapi ada kolam renang, hal yang jarang di hotel syariah. Lokasi Aziza Solo enak untuk yang berburu batik, karena Pasar Klewer dan Pasar Gede bisa dicapai dengan jalan kaki sekitar sepuluh menit. Catatan dari tamu cukup beragam: kamar bersih dan sarapan lengkap, namun keramahan staf dan kondisi fasilitas kadang masih naik turun.
Jl. RS Fatmawati Raya No. 100F, Cilandak Barat, Jakarta Selatan
Kelompok hotel syariah yang semua propertinya ada di Jakarta. Isinya Gren Alia Cikini, Gren Alia Tugu Tani, Alia Boutique Pasar Baru, Alia Heritage yang dulu bernama Hotel Pasar Baru, Alia Matraman, sampai dua bangunan di Petamburan. Kelasnya menengah ke bawah dengan tarif yang masih terjangkau untuk ukuran Jakarta pusat, dan sebagian hotel memakai gedung lama yang dirawat, bukan menara baru.
Aturan syariahnya dijalankan serius. Tamu lawan jenis tidak boleh satu kamar kecuali suami istri atau saudara, dan petugas depan memang memeriksa. Karena itu jaringan ini sering dipakai rombongan pesantren kilat, acara keagamaan, dan keluarga. Sekitar hotel banyak warung dan angkutan umum, praktis untuk yang tidak bawa mobil. Tamu yang mengharap kamar bergaya baru dan layanan kelas bintang lima akan kecewa.
Jl. Matraman Raya No. 224, Jatinegara, Jakarta Timur
Hotel syariah bintang empat pertama di Yogyakarta. Dulu bernama Grand Dafam Rohan, lalu berganti nama menjadi Grand Rohan Jogja pada 1 Januari 2021. Berdiri di lahan sekitar tiga hektare persis di depan Jogja Expo Center, dengan 187 kamar mulai Deluxe sampai Grand Rohan Suite, serta 13 ruang pertemuan. Dapur memakai sertifikat halal MUI, dan ada taman permainan anak bernama Kora Kora Park di area hotel.
Paling pas untuk keluarga yang membawa anak kecil dan untuk peserta pameran di JEC, sebab tinggal menyeberang jalan. Kebun Binatang Gembira Loka hanya tiga menit berkendara. Kalau tujuannya belanja di Malioboro atau jalan malam di Alun Alun, siapkan waktu di jalan karena posisinya di sisi timur kota. Saat ada pameran besar, kamar cepat terisi dan tarif ikut naik.
Jl. Janti Gedongkuning No. 336, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta
Azana Hospitality mengelola lebih dari 90 hotel di puluhan kota, dan sebagian di antaranya memakai label syariah. Contoh paling dikenal adalah Front One Residence Syariah Mampang di Jakarta Selatan dengan 42 kamar minimalis, kelas Business Class, Bunk Bed, dan First Class, plus area rooftop. Tarifnya termurah di daftar ini, mulai seratus ribuan per malam, dan di lorong kamar ada galon air minum gratis. Di sisi berbeda ada Anaya Azana Boutique Hotel Tawangmangu, bintang empat bernuansa Maroko dengan aturan syariah.
Jaringan ini cocok untuk pelancong hemat, mahasiswa, dan pekerja lapangan yang butuh kamar bersih dekat masjid. Bukan pilihan untuk yang mengharap kamar luas atau layanan seragam, sebab standar antar properti berbeda jauh. Grup yang sama juga mengelola hotel biasa, jadi pastikan nama hotel memang memuat kata syariah.
Hotel berlabel syariah di pusat Palembang, kelas bintang tiga, dan salah satu wakil konsep ini di Sumatera bagian selatan. Alamatnya Jl. Radial No. 1, sekitar tiga menit berkendara ke Masjid Agung Palembang dan enam menit ke Jembatan Ampera serta Benteng Kuto Besak. Stasiun Kertapati kira kira enam kilometer, sedangkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sekitar 15 kilometer. Ada layanan antar bandara dengan biaya tambahan, penitipan barang di meja depan, dan laundry.
Tamu yang datang untuk urusan kerja di kawasan Radial atau yang ingin salat berjamaah di Masjid Agung paling terbantu dengan posisi ini. Untuk liburan bergaya resor, hotel ini bukan jawabannya: fasilitasnya sebatas kebutuhan menginap. Komunikasi paling cepat lewat telepon atau WhatsApp, karena kanal daringnya bertumpu pada media sosial.
Jl. Radial No. 1, 24 Ilir, Bukit Kecil, Palembang
Quds Hotel menaungi dua hotel syariah yang berjalan di bawah satu manajemen: Quds Royal Hotel Surabaya, bintang tiga di Jl. Sultan Iskandar Muda No. 85 kawasan Ampel, dan Quds Express Syariah Hotel Jakarta di Jl. K.H. Mas Mansyur No. 64, Tanah Abang. Properti Surabaya bermain di segmen wisata religi karena dekat kompleks Sunan Ampel, kamarnya berdesain klasik, dan tarif sudah termasuk sarapan dua orang plus kopi di Quds Coffee Corner. Properti Jakarta kelas ekspres, sekitar sepuluh menit jalan kaki ke Thamrin City dan Grand Indonesia.
Cocok untuk peziarah, keluarga, dan pelaku bisnis yang butuh kamar bersih tanpa bar dan tanpa alkohol. Kurang cocok kalau mengejar kolam renang, spa, atau ballroom besar: dua properti ini fokus pada hal dasar, yaitu kamar, sarapan, lokasi. Pemesanan lewat situs resmi tiap properti layak dicek, sebab paket promonya sering beda dengan yang tampil di agregator.
Surabaya, Jl. Sultan Iskandar Muda No. 85, Ampel
Brand syariah asal Jawa Timur dengan dua properti: Namira Syariah Hotel Surabaya di Jl. Raya Wisma Pagesangan No. 203, persis berseberangan dengan Masjid Nasional Al Akbar, dan Hotel Namira Syariah Pekalongan di Jl. Dr. Cipto No. 70. Yang di Surabaya kelas bintang tiga, 71 kamar dalam empat tipe, empat ruang rapat, plus coffee shop dengan pemandangan kubah masjid. Yang di Pekalongan lebih kalem, ada restoran Khazanah, layanan pijat, dan lokasinya dekat Plaza Pekalongan serta Museum Batik.
Pilihan logis untuk rombongan pengajian, acara kantor, atau keluarga yang ingin salat jamaah cukup menyeberang jalan. Antar jemput Bandara Juanda tersedia, tapi berbayar, jadi hitung dulu ongkosnya. Kolam renang tidak ada di kedua properti, dan reservasi lebih gampang lewat nomor resmi hotel atau kanal pemesanan ketimbang mencari situs brand.
Surabaya, Jl. Raya Wisma Pagesangan No. 203, Jambangan
Lini syariah milik Omega Hotel Management, grup di belakang brand Cordela, Grand Cordela, Cordela Inn, dan Cordex. Fivecord Syariah dibuka pada 30 Oktober 2021 di Solo, Jl. Kolonel Sutarto No. 60, Jebres, dengan 55 kamar, konsep modern minimalis kelas bed and breakfast, dan restoran Zahra. Aturan syariahnya standar: tanpa minuman beralkohol, tamu pasangan bisa diminta menunjukkan bukti pernikahan saat check-in. Kampus Universitas Sebelas Maret sekitar 2,7 km, Pasar Gede beberapa menit berkendara.
Pas untuk perjalanan kerja singkat, wali mahasiswa, atau transit keluarga di Solo dengan anggaran ketat. Kurang pas kalau butuh kolam renang, ballroom besar, atau kelas bintang empat. Satu catatan: labelnya kadang muncul sebagai Fivecord Hotel Solo di kanal pemesanan, jadi cek nama dan alamat sebelum membayar.
Surakarta, Jl. Kolonel Sutarto No. 60, Jebres