Daftar ini disusun untuk petani, pengelola kebun, dan pemilik kios saprotan yang ingin memindahkan urusan modal, pembelian pupuk, dan penjualan panen ke aplikasi. Layanan yang ada sering terlihat mirip, padahal cara kerjanya berbeda jauh. Ada yang membiayai satu musim tanam penuh, ada yang hanya berjualan sarana produksi, ada pula yang memasang sensor di lahan dan menjual datanya.
Penyusunan daftar platform digital pertanian ini memakai beberapa saringan. Pertama, perusahaannya masih benar-benar beroperasi, karena beberapa nama besar di sektor ini sudah tutup atau kehilangan izin. Kedua, jelas siapa yang dilayani: petani perorangan, kios, koperasi, atau perusahaan perkebunan. Lalu dilihat cakupan wilayah kerja, keterbukaan soal harga dan syarat kemitraan, ada tidaknya pendampingan agronom di lapangan, serta kemudahan menghubungi layanan pelanggan lewat nomor atau surel resmi.
Urutan di halaman ini bukan keputusan redaksi. Posisi naik dan turun mengikuti suara pembaca yang sudah memakai layanan tersebut. Cara membacanya sederhana: lihat kelebihan dan kekurangan di setiap kartu, baca ulasan pengguna, baru cocokkan dengan komoditas dan lokasi lahan sendiri. Soal biaya, denda keterlambatan, dan jaminan panen sebaiknya ditanyakan langsung ke perusahaannya sebelum menandatangani apa pun.
PT Eratani Teknologi Nusantara berdiri pada 2021 dan berkantor di Jakarta Selatan, dengan fokus yang cukup sempit: padi. Alurnya menyeluruh, mulai pembiayaan sarana produksi untuk petani kecil, penyediaan benih dan pupuk, pendampingan agronomi, sampai pembelian gabah hasil panen. Perkembangan bisnisnya terlihat dari pendanaan Seri A sebesar 6,2 juta dolar AS yang diumumkan untuk memperluas jangkauan ke sentra padi lain.
Cocok untuk petani padi yang kesulitan mendapat modal dari bank dan mau bekerja dalam skema kemitraan dengan pencatatan lahan yang rapi. Kurang cocok bagi yang menanam hortikultura atau ingin uang tunai bebas pakai, sebab dukungan diberikan dalam bentuk sarana produksi dan pendampingan. Sebelum ikut, ada baiknya menanyakan harga beli gabah, syarat bagi hasil, dan wilayah kerja tim lapangan.
Semaai berjalan sejak 2021 dan menyasar mata rantai yang sering terlewat, yaitu kios saprotan di desa. Lewat aplikasinya, pemilik toko tani bisa memesan benih, pupuk, dan pestisida langsung dari pemasok, tanpa harus menunggu sales keliling. Kekuatan utamanya ada di Jawa Tengah dan Yogyakarta, ditopang jaringan Semaai Tani Center serta tim agronom yang memberi konsultasi dan layanan uji tanah bagi petani sekitar kios.
Paling terasa manfaatnya bagi pemilik kios yang ingin harga lebih transparan dan stok tidak menumpuk. Petani perorangan tetap bisa memakai konsultasi, tetapi pemesanan besar memang dirancang untuk pedagang. Di luar wilayah operasional, layanan pengiriman belum tentu tersedia, jadi sebaiknya dicek dulu ke tim sebelum berharap banyak.
AgriAku adalah pasar daring khusus sarana produksi pertanian yang menghubungkan kios di daerah dengan produsen dan distributor. Modelnya B2B: pemilik kios mendaftar, melihat daftar harga pupuk, benih, obat tanaman, lalu memesan dalam jumlah grosir dan menerima barang di tokonya. Selain katalog, ada dukungan tempo pembayaran dan program pembinaan agar kios kecil bisa bersaing dengan toko besar di kota kabupaten.
Berguna bagi pedagang saprotan yang selama ini bergantung pada satu distributor dan sering kehabisan barang di awal musim tanam. Petani yang hanya butuh beberapa karung pupuk sebaiknya tetap membeli di kios, karena ada ketentuan minimum pesanan. Waktu kirim juga berbeda antar wilayah, terutama untuk daerah yang jauh dari gudang.
Gokomodo berdiri pada 2019 sebagai platform rantai pasok agribisnis untuk pembeli badan usaha. Layanannya mencakup pengadaan, toko daring, dan distribusi kebutuhan perkebunan seperti pupuk, alat, sampai perlengkapan kerja. Sasarannya perusahaan perkebunan, koperasi, dan pemasok yang ingin proses pembelian tercatat rapi, dengan tim yang bisa dihubungi pada hari kerja pukul 08.00 sampai 17.00 WIB.
Pilihan yang wajar bagi pengelola kebun berskala besar yang butuh pasokan rutin dan dokumen pembelian lengkap. Petani perorangan hampir tidak terlayani di sini, sebab kuantitas dan syarat pembayarannya mengikuti standar korporasi. Harga sebagian barang keluar setelah permintaan penawaran, jadi perlu waktu tambahan untuk membandingkan dengan distributor lokal.
Agree adalah layanan digital milik Telkom Indonesia yang berjalan sejak 2019 untuk pertanian, perikanan, dan peternakan. Isinya bukan sekadar aplikasi jual beli: ada pencatatan siklus tanam, pemantauan mitra petani dari hulu ke hilir, ketelusuran hasil, serta penghubung ke pemodal dan pembeli. Agree sering dipakai dalam program bersama badan usaha milik negara, termasuk kerja sama pembiayaan dan penyediaan pupuk untuk kelompok tani serta program kopi nasional.
Paling masuk akal untuk koperasi, kelompok tani, offtaker, dan dinas yang perlu data terpusat soal ribuan petani binaan. Petani perorangan biasanya masuk lewat kelompok, bukan mendaftar sendiri. Karena termasuk layanan korporat, penawaran dan biaya dibahas dengan tim, sehingga persiapannya lebih panjang dibanding memasang aplikasi biasa.
Habibi Garden dari Bandung sudah beroperasi sejak pertengahan 2016 dan bermain di sisi perangkat. Sensor kelembapan tanah, suhu, dan cuaca dipasang di lahan, lalu datanya dibaca lewat aplikasi. Produk andalannya HabibiGrow untuk penyiraman dan pemupukan otomatis, ditambah HabibiCooling serta pengendali iklim untuk rumah tanam. Perusahaan ini pernah menggarap program digitalisasi lahan bersama Telkomsel dan memasang sistemnya di berbagai daerah, sampai ke Kalimantan.
Berguna untuk pemilik greenhouse, kebun hortikultura, dan petani muda yang mau menghemat tenaga penyiraman. Kurang pas bagi lahan sawah kecil dengan hasil tipis, karena perangkat butuh biaya awal, sinyal internet, dan perawatan. Sebelum membeli, sebaiknya dipastikan dulu jangkauan teknisi di wilayah masing-masing.
PT Merapi Tani Instrumen, dikenal sebagai Mertani, berbasis di Sleman dan berjalan sejak 2016. Perusahaan ini merakit stasiun cuaca, sensor tanah, dan alat pemantau lain, kemudian menyatukan hasil pengukurannya di platform Airi yang menggabungkan data lapangan, analitik, dan otomasi. Pelanggan utamanya perkebunan dan perusahaan pertanian yang ingin tahu kondisi lahan tanpa harus mengirim petugas setiap hari.
Pas untuk kebun luas, riset, dan pengelola yang keputusannya bergantung pada data curah hujan atau kelembapan tanah. Petani kecil biasanya belum butuh sedetail itu, apalagi harga dihitung per proyek dan bukan langganan murah bulanan. Perlu diingat juga bahwa sensor menuntut kalibrasi dan perawatan berkala agar angkanya tetap bisa dipercaya.
Koltiva mulai sebagai PT Koltiva di Jakarta pada Juni 2013, lalu membentuk Koltiva AG di Swiss pada 2017 untuk pasar global. Produk intinya KoltiTrace, sistem ketelusuran rantai pasok komoditas seperti kakao, kopi, sawit, dan karet: pemetaan lahan petani, pencatatan transaksi, verifikasi pemasok, sampai laporan kepatuhan yang diminta pembeli di luar negeri. Selain perangkat lunak, Koltiva mengirim tim lapangan untuk mendata dan melatih petani.
Ditujukan kepada eksportir, pabrik pengolah, dan pemegang merek yang wajib membuktikan asal bahan baku. Bagi petani perorangan sistem ini tidak dijual langsung, mereka masuk sebagai bagian dari program pemasok. Implementasinya bukan urusan sebulan, karena butuh pendataan lahan, pelatihan, dan penyesuaian alur kerja.
JALA berkantor di Pakem, Sleman, dan menggarap satu bidang saja: budidaya udang vaname. Aplikasinya dipakai pembudidaya untuk mencatat kualitas air, pakan, dan pertumbuhan udang tiap siklus, sehingga penyebab gagal panen lebih mudah dilacak. Ada juga alat ukur kualitas air buatan sendiri dan layanan pasar untuk menjual hasil panen. Ringkasan harga udang yang diperbarui berkala menjadi rujukan banyak petambak saat menentukan waktu panen.
Berguna bagi petambak yang mengelola beberapa kolam dan ingin catatan rapi, bukan kertas basah di pinggir tambak. Untuk kolam kecil dengan satu siklus musiman, manfaatnya lebih terbatas dan perangkatnya tetap berbayar. Datanya juga hanya berguna kalau pencatatan dilakukan disiplin setiap hari.
Sayurbox berdiri pada 2016 dan tumbuh dari gagasan memotong jalur panjang antara petani dan pembeli kota. Sayur, buah, dan bahan pokok dibeli dari petani serta pemasok lokal, disortir di gudang, lalu dikirim ke rumah pelanggan. Ada pilihan pengiriman cepat maupun jadwal esok hari, aplikasi untuk ponsel, dan layanan terpisah bagi restoran serta pembeli usaha. Layanan pelanggan bisa dihubungi lewat surel dan nomor WhatsApp resmi.
Bagi petani dan kelompok tani, nilainya ada pada kepastian serapan hasil dengan volume tetap. Bagi pembeli rumah tangga, kenyamanannya jelas, meski harga beberapa komoditas bisa lebih tinggi daripada pasar tradisional. Cakupan pengiriman terbatas pada kota besar tertentu, dan barang segar kadang diganti karena stok panen berubah.