Perusahaan gaming ini resmi berdiri pada 2005, digawangi Min-Liang Tan dan Robert Krakoff, meski akarnya sampai ke mouse Boomslang tahun 1998. Kantor pusatnya ganda, di Irvine (California) dan Singapura, dengan kantor regional di Hamburg dan Shanghai serta sekitar 1.576 karyawan pada 2024. Pendapatannya tercatat US$1,62 miliar pada 2021. Jajaran produknya luas: mouse, keyboard, headset, mikrofon Seiren, sampai laptop Blade. Sisi perangkat lunak juga besar, ada Synapse, Chroma RGB dan Cortex dengan lebih dari 100 juta pengguna, ditambah layanan Razer Gold.
Di Indonesia produk Razer masuk lewat distributor resmi PT Synnex Metrodata Indonesia sejak Januari 2021, dan service center resmi sudah ada sejak 2012. Cocok bagi gamer yang ingin satu ekosistem RGB dan garansi yang jelas. Pembeli berbudget ketat akan kaget dengan harganya, apalagi laptop Blade yang dijual puluhan juta rupiah.
Belum ada ulasan — jadilah yang pertama!