JBL lahir tahun 1946 di Los Angeles, namanya diambil dari inisial pendirinya, James Bullough Lansing. Awalnya bikin speaker untuk gedung bioskop dan panggung, lalu masuk ke rumah, mobil, dan studio. Sekarang JBL bagian dari Harman International, yang dibeli Samsung pada 2017. Dua sisi bisnisnya jelas beda: JBL Professional untuk sound system panggung dan JBL konsumen untuk speaker Bluetooth seri Charge, Flip, Go, headphone Tune dan Live, sampai audio mobil.
Di Indonesia JBL termasuk merek paling gampang dicari, ada di toko resmi, gerai mal, dan marketplace besar, lengkap dengan garansi distributor resmi. Karakter suaranya cenderung tebal di bass, enak untuk musik pop dan dangdut, kurang cocok kalau butuh suara rata untuk mixing. Perlu diingat juga: nama JBL sering dipakai barang tiruan, jadi beli di penjual resmi lebih aman.
Belum ada ulasan — jadilah yang pertama!