Pioneer DJ dikenal lebih dulu dari mixer dan CDJ, tetapi dua turntable-nya punya posisi jelas. PLX-500 memakai direct drive dengan torsi kuat, dust cover, dan output USB untuk memindahkan piringan ke komputer, sementara PLX-1000 dibuat untuk pemakaian klub dengan pitch fader rentang lebar, tonearm S dan bodi berat yang tahan feedback dari monitor. Tata letaknya sengaja mirip standar lama supaya DJ langsung terbiasa.
Sasaran utamanya jelas: DJ, kolektor yang suka scratch, dan siapa pun yang butuh start stop cepat serta kontrol pitch. Untuk pendengar rumahan yang hanya duduk mendengar album, fiturnya banyak yang tidak terpakai, dan PLX-1000 bahkan tidak menyertakan cartridge maupun phono preamp. Bobot dan ukurannya juga menuntut meja lapang, bukan sudut meja kerja.
Belum ada ulasan — jadilah yang pertama!